Archive for April, 2005

…aroma…

Saturday, April 30th, 2005

Hujan kemaren mengguyur jogja yg panasss.

Bau tanah yang basah tersiram air hujan layaknya candu bagiku. Kuingin menghirupnya skali lagi dan lagi….

Bau tanah basah karna hujan layaknya juga ‘time machine’. Ia bisa melemparkanku kembali dalam angan2 masa lalu. Aromanya menyelusup ke hidungku dan merambat menuju otak dan menggali, mengaduk2x sesuatu yang telah mengendap disana, kemudian memunculkannya dalam imajinasi. Membuatku mengingat berbagai peristiwa yang terjadi ketika hujan turun pertama kali di musim kemarau…

Bagi banyak orang, banyak hal yang bisa mengingatkan seseorang akan suatu peristiwa. Tapi bagiku, ‘aroma’ adalah sesuatu yang paling dapat membangkitkan memori (note: dalam hal ini adalah aroma yang ga membuatku pengen muntah). Mulai dari aroma shampoo hingga aroma musim.

Aroma musim panas (kemarau) ku yang paling kuinget adalah ketika explore luweng jaran n pendakian gunung Rinjani. Aroma musim panas di kawasan karst Pacitan n juga savana yang kering di punggung Rinjani sangat…. um… tak terkatakan. Aroma yang membuatku kangen untuk menemuinya lagi.

(tu bi kontinyut…)

Helsin Soleirolli vs Si Boncel

Saturday, April 16th, 2005

Apa beda kucing persi ma kucing kampung biasa?

Namanya Helsin Soleirolli, seekor kucing Persi yang kami pelihara belum genap setahun ini. Kami biasa panggil dia si O’ol, biar lebih membumi. Kalo nama panjangnya mah udah dari sononya gitu (nama yang bikin kami eneg, karna kaya’nya kebagusan buat seekor kucing).

Si O’ol punya badan yang gede, yang sebenernya merupakan manipulasi dari bulunya yang panjang n tebel. Dengan tampangnya yang sok sangar n angkuh mengesankan bahwa dia seekor jawara n istimewa. Huh, padahal nyalinya ga’ gede2 amat -terkadang cuman denger suara benda jatoh aja dia udah terlonjak (entah waspada, kaget ato takut). Lagaknya yang sok yang dibarengi dengan kemanjaan, meminta perhatian extra n diistimewakan. Memang, kucing jenis ini butuh perlakuan yang khusus dalam perawatannya.

So, apa sih yang membuat seekor kucing persi istimewa dan harus diperlakukan secara khusus? - Bener bahwa dia itu masuk golongan lemah, karna apa yang dia terima (makanan, minuman n perhatian) akan sangat berpengaruh pada tubuhnya. Bener bahwa untuk ngedapetin dia diperlukan duit yang ga sedikit (kecuali kami). Tapi knapa sih kita slalu ngerasa kalo kucing persi dan sejenisnya (yg mahal2) itu lebih istimewa dan cantik daripada kucing kampung biasa?

Bagiku, kucing persi maupun kucing kampung sama cantiknya n punya daya tarik sendiri2. Beberapa waktu lalu aku mungut seekor kucing kampung yang dateng dg sendirinya ke tempetku. Kunamai dia … si Boncel -nama yg terlintas gitu aja. Seekor anak kucing kampung dengan bulu berwarna kuning, putih n item (orang jawa bilang ‘kembang telon’). Sangat berbeda dengan si O’ol, Si Boncel badannya jauh lebih kecil n bulunya ga tebel. Tapi dia sangat lincah, kesana kemari bermain, n menangkap mangsa. Seolah bagian dari kemandiriannya. Bentuk mukanya yang ‘kucing banget’, tirus, menampakkan kewaspadaan n daya ’survive’ yang tinggi. So, bukankah dia juga istimewa karna untuk memeliharanya kita gak usah kluar duit n tenaga yang banyak?

Balik lagi -knapa sih kucing persi lebih istimewa dari kucing kampung? seolah si persi itu seekor ningrat/priyayi n si kucing kampung seekor jelata kebanyakan. well, aku ga bisa jawab. Mungkin jika si O’ol bisa ngomong dia akan jawab gini, "dari tampang, bodi, lagak, gaya, bicaraku aja udah kliatan kalo aku ini seekor ningrat, jadi udah seharusnya dong kalo aku diperlakukan secara istimewa". Dan mungkin, si Boncel akan ngebales, "So what gitu loh kalo NINGRAT?".

Mitos: believe or not

Friday, April 8th, 2005

* Tulisan ini kubuat sebelum gempa Nias, n baru sempet kupos-in sekarang.

Beberapa hari yang lalu aku selesai baca majalah Angkasa dengan edisi khususnya berjudul ‘Tsunami, The deadliest wave’ (mungkin dah gak telat ye, bacanya). Ada sebuah tulisan di salah satu artikel majalah itu yang cukup menarik buatku. Dalam artikel itu ditulis tentang penduduk pulau Simeulue yang selamat dari amukan tsunami berkat mitos yang beredar di kalangan masyarakat pulau tersebut yang dikenal dengan nama Smoog. Well, aku agak terkejut juga mengetahui hal itu, karna pada awalnya aku hanya tau bahwa penduduk p. Simeulue (yang paling dekat dengan episentrum gempa) selamat, titik. Ok, bahwa mereka selamat, itu pasti dan jelas karena takdir Yang DiAtas. Tapi melalui sebuah mitos? buatku itu cukup mengejutkan.

Mitos yang dinamakan Smoog (ato Smoonge?) itu menyebutkan bahwa apabila terjadi gempa, masyarakat diharuskan cepat2 melihat kondisi permukaan air laut. Apabila permukaan air laut surut (turun dari kondisi normal), maka masyarakat harus cepat2 menyelamatkan diri/lari ke atas bukit, karena sebentar kemudian air laut pasti akan meluap ke daratan. Dan ternyata,mitos itu terbukti keampuhannya. Menyelamatkan penduduk Simeulue dari bencana yang dahsyat. Sebuah mitos yang dengan arifnya diturunkan oleh nenek moyang demi menyelamatkan anak cucu mereka.

Aku jadi inget perkataan guru sma-ku, bahwa mitos itu ngga semuanya omong kosong belaka, ada juga yang berupa kebenaran yang merupakan hasil/buah pikir ataupun pengalaman nenek moyang kita. Dan, banyak diantaranya yang udah dapat dibuktikan/dijelaskan secara ilmiah, ataupun hanya lewat pemikiran secara logika sederhana.

So, masihkah kita akan mengesampingkan sebuah mitos tanpa menelaahnya terlebih dahulu? (masih kali ya..?) Mungkin aja sebuah mitos dapat menyelamatkan kita, seperti yang terjadi di p. Simeulue. DAN, bukankah sebuah mitos, seperti halnya sebuah aturan, diciptakan agar kita menjadi lebih baik?

pro: The Reader

Friday, April 8th, 2005

hallow!

coba2 nih bikin blog, buat nyalurin n sharing apa yang ada di otak, perasaan n hidupku. nyalurin ide2 yg tumpah ruah di otak n pengen kumuntahkan, but, masih tersendat2.

‘…. nulis tu emang ga gampang…’ my fren said. betulll!!! nerjemahin bahasa otak ke tulisan emang susah ternyata, apalagi ide2x yg muncul belon termenej dengan baik. NAH, makanya kucoba2x melempar manggis… eh… bikin blog buat latihan nulis. Mungkin masih agakx kacau penulisannya - maklumin aja de, but, baca n liat yaa…

-Kumala-