Apa beda kucing persi ma kucing kampung biasa?
Namanya Helsin Soleirolli, seekor kucing Persi yang kami pelihara belum genap setahun ini. Kami biasa panggil dia si O’ol, biar lebih membumi. Kalo nama panjangnya mah udah dari sononya gitu (nama yang bikin kami eneg, karna kaya’nya kebagusan buat seekor kucing).
Si O’ol punya badan yang gede, yang sebenernya merupakan manipulasi dari bulunya yang panjang n tebel. Dengan tampangnya yang sok sangar n angkuh mengesankan bahwa dia seekor jawara n istimewa. Huh, padahal nyalinya ga’ gede2 amat -terkadang cuman denger suara benda jatoh aja dia udah terlonjak (entah waspada, kaget ato takut). Lagaknya yang sok yang dibarengi dengan kemanjaan, meminta perhatian extra n diistimewakan. Memang, kucing jenis ini butuh perlakuan yang khusus dalam perawatannya.
So, apa sih yang membuat seekor kucing persi istimewa dan harus diperlakukan secara khusus? - Bener bahwa dia itu masuk golongan lemah, karna apa yang dia terima (makanan, minuman n perhatian) akan sangat berpengaruh pada tubuhnya. Bener bahwa untuk ngedapetin dia diperlukan duit yang ga sedikit (kecuali kami). Tapi knapa sih kita slalu ngerasa kalo kucing persi dan sejenisnya (yg mahal2) itu lebih istimewa dan cantik daripada kucing kampung biasa?
Bagiku, kucing persi maupun kucing kampung sama cantiknya n punya daya tarik sendiri2. Beberapa waktu lalu aku mungut seekor kucing kampung yang dateng dg sendirinya ke tempetku. Kunamai dia … si Boncel -nama yg terlintas gitu aja. Seekor anak kucing kampung dengan bulu berwarna kuning, putih n item (orang jawa bilang ‘kembang telon’). Sangat berbeda dengan si O’ol, Si Boncel badannya jauh lebih kecil n bulunya ga tebel. Tapi dia sangat lincah, kesana kemari bermain, n menangkap mangsa. Seolah bagian dari kemandiriannya. Bentuk mukanya yang ‘kucing banget’, tirus, menampakkan kewaspadaan n daya ’survive’ yang tinggi. So, bukankah dia juga istimewa karna untuk memeliharanya kita gak usah kluar duit n tenaga yang banyak?
Balik lagi -knapa sih kucing persi lebih istimewa dari kucing kampung? seolah si persi itu seekor ningrat/priyayi n si kucing kampung seekor jelata kebanyakan. well, aku ga bisa jawab. Mungkin jika si O’ol bisa ngomong dia akan jawab gini, "dari tampang, bodi, lagak, gaya, bicaraku aja udah kliatan kalo aku ini seekor ningrat, jadi udah seharusnya dong kalo aku diperlakukan secara istimewa". Dan mungkin, si Boncel akan ngebales, "So what gitu loh kalo NINGRAT?".