Road to east
Road to east. Itu nama folder yang dibuat sepupuku untuk foto-fotoku yang kutitipkan ke dia. Nama yang dia buat karena foto-foto itu berisi perjalananku ke lombok dan Bali pada bulan Juni lalu.
Bercerita tentang pulau Bali sepertinya akan jadi hal yang basi, karena sudah banyak yang mengenal, bahkan mungkin akrab dengan pulau itu. So, aku akan bercerita tentang pulau Lombok aja, yang mungkin gak semua orang mengenalnya.
Lombok. Ini kali ketiga aku pergi ke pulau itu. Terakhir kalinya adalah pada tahun 2003. Saat itu kupikir aku sudah melihat paling tidak setengah dari pulau yang indah itu. Mulai dari Lombok Barat hingga Lombok Timur sudah banyak tempat yang kujelajahi. Mulai dari puncak gunung hingga pantai. Namun pikiran itu hilang ketika pertengahan juni kemaren aku kembali kesana. Karena ternyata masih banyak tempat yang menarik dan indah yang belum aku kunjungi.
Senggigi. Nama pantai ini mungkin sudah banyak dikenal. Tetapi bukan pantai itu yang akan kubicarakan kali ini. Ini tentang sebuah teluk yang terletak diatas senggigi. Kusebut ‘diatas’, karena teluk ini dapat kita lihat setelah melewati senggigi (jika kita datang dari arah mataram), dengan jalan yang berkelok-kelok serta naik turun, dan berjarak sekitar 8km (bener gak ya?:p) dari senggigi. Tapi tenang aja, gak akan terasa jauh, karena jalan yang akan dilalui sudah beraspal halus, dan di sepanjang jalan tersebut, kita akan disuguhi pemandangan pantai yang indah.
Bagi yang gak tahan udara panas, mungkin akan agak tersiksa jika berkendara dengan motor, karena cuaca disana bener-bener panas. Tapi percaya deh, apa yang akan kita liat tu sebanding kok
Jalan yang harus dilalui berkelok dan naik turun. Disebelah kanan jalan berupa perbukitan gersang (ciri khas daerah nusa tenggara), dengan pepohonan yang tidak rapat. Disebelah kiri jalan berupa pemandangan pantai, yang pada beberapa tempat di belakang garis pantai tersebut terhampar perkebunan kelapa yang berbaris rapi. Sesekali di tengah jalan kita juga dihadang kerbau, sapi, kambing, anjing, atau mungkin juga monyet, yang sekedar menyeberang. Jadi harus berhati-hati agar tidak menabrak salah satu dari mereka. Mungkin terdengar seperti daerah yang masih kampung, tapi daerah tersebut merupakan wilayah yang berpotensi sebagai daerah tujuan wisata. Bahkan di beberapa tempat sudah terdapat papan yang menunjukkan kepemilikan tanah tersebut oleh beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata.
Lanjut… setelah melewati jalan yang berliku dengan pemandangan perbukitan serta pantai, pada tikungan terakhir sebelum akhirnya kita bisa melihat tu teluk, bersiap-siaplah….siapkan mata untuk dimanjakan dengan keindahan, siapkan telinga untuk mendengar merdu suara ombak yang mengalun tenang dan angin yang mendesau, serta..siapkan mulut untuk berdecak kagum dan berucap subhanallah. Dan…tarraaaaa….teluk dengan pantai yang panjang terhampar di depan mata!!! Dengan air berwarna biru yang jernih, ombak yang tenang dan pantai yang berpasir putih…!!! Wow!!! welcome 2 paradise…!(my fren said). Mau liat fotonya? tuh:) :
-bersambung, masih banyak cerita lagi:)
July 9th, 2006 at 11:46 pm
Ceritain lagi dunk yang lennya nduk …, tengkyuu yaaa