Archive for June, 2007

Suatu Waktu di Kampung Asterix

Tuesday, June 12th, 2007

Hujan sudah reda ketika kami tiba disana. Segarnya udara n sepoi angin dingin menyapu tubuh menyambut kedatangan kami. Kami masih melihat-lihat keseliling ketika seorang laki2 paruh baya menghampiri kami. Dia adalah si pemilik tempat Resize_of_pa230028itu. Setelah berbasa-basi sejenak, beliau dengan ramah n senang hati mengantarkan kami berkeliling. Tempat yang kami datangi itu adalah sebuah tempat sekolah alam bernama Griyo Kulo (ada yang tau?). Lokasinya adalah di Kab. Karanganyar, n jika ditempuh dari kota Solo ke arah Tawangmangu sekitar sejam perjalanan naek motor.

Begitu memasuki area ini kita serasa berada di dunia laen (bukan alam gaib loo), berasa di perkampungan jaman Asterix, coz bangunan bangunan yang ada disini amat sangat tradisional. N percaya gak? ada juga bangunan yang kayunya Resize_of_pa230029penyangganya berasal dari bekas kandang kebo! (eit, tapi baguss loo..). Ada beberapa bangunan di area ini, diantaranya rumah2 untuk menginap tamu (wisma), dapur, rumah para ‘volunteer’, rumah kerja, dapur, n gubug2 untuk tempat makan or Resize_of_pa230041_1bercengkrama. Berada di lembah dikelilingi hutan dan persawahan serta dekat dengan aliran sungai menjadikan tempat ini sangat nyaman sebagai tempat refreshing dan menikmati alam. Asap yang mengepul dari perapian dapur menjadi aroma yang khas dan menambah hangatnya suasana.

Apaan sih sekolah alam ni? kata si pemandu yang memandu kami sih ni adalah tempat orang2 baik tua muda, besar kecil yang ingin belajar tentang alam. Resize_of_pa230063Disini mereka yang berminat dapat mengenal tumbuh2an yang hidup di alam bebas, manfaat tumbuh2an tersebut yang setiap macamnya mempunyai khasiat obat tersendiri, mengenal sungai yang jernih mengalir beserta ekosistemnya, dll, yang kesemuanya akan dijelaskan oleh pemandu. Disamping itu ada juga kegiatan semacam outbound n gathering.

Trus katanya mereka juga menyediakan tempat menginap, bisa di lokasi tersebut, atau di lokasi laen yang masih termasuk area mereka (seperti foto disamping) atau Resize_of_pa230020bisa juga di rumah penduduk. Tapi jangan harap wisma yang ada disana seperti wisma2 di kota. Wisma/rumah menginap ini bentuknya sangat tradisional, berbahan kayu, papan, bambu n atap jerami. Lantainya pun tanah. Namun jangan kuatir soal kamar mandi. Meski berlantai tanah n batu, n kran-nya pun dari bambu yang mengalirkan air langsung dari mata air, namun disana terdapat bathub n kloset!:) asik kan? oia, tapi disini ga da listrik loo, jd bener2 back 2 nature deh.

So, bagi yang mo ngadem,cari suasana laen,lari dari kepenatan kota n kerja, tempet ni recomended banget d.